Makalah "Pembuatan Keputusan" mata kuliah Pengantar Manajemen

M A K A L A H
Pembuatan Keputusan
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah
Pengantar Manajemen
Dosen pengampu : Bpk. Amin Kuncoro, MM.




                                                     
Disusun Oleh :
Muh. Khoirur Rofiq (15.31.00084)
Intan Larasati (15.31.00063)
PRODI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
INSTITUT PESANTREN MATHALI’UL FALAH
SEMESTER II
Purworejo Margoyoso Pati
Tahun Akademik 2015-2016


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembuatan keputasan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan peranan penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Perencanaan menyangkut keputusan jangka panjang yang dapat dibuat manajer. Dalam proses perencanaan, manajer mengacu pada tujuan-tujuan organisasi yang akan di capai, sumber daya yang akan digunakan, dan siapa yang akan melaksanakan setiap tugas yang dibutuhkan. Kualitas keputusan-keputusan manajer akan menentukan efektifitas rencana yang disusun.
Pembuatan keputusan menggambarkan proses melalui serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. George P. Hubber membedakan pembuatan keputusan dari pembuatan pilihan dan dari pemecahan massalah. Di lain pihak, banyak penulis dan manajer menggunakan istilah. “pembuat keputusan dan pemecahan masalah” sebagai istilah yang dapat dipertukarkan, dan dalam makalah ini akan digunakann istilah pembuatan keputusan yang mencakup artian keduanya.[1]
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian dari pembuatan keputusan ?
2.      Apa saja tipe-tipe keputusan ?
3.      Bagaimana proses pembuatan keputusan ?




BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Pengambilan Keputusan.
Menurut  Robins (1997:236) berpendapat bahwa “Decision making is which on choses between two or more alternative”. Berdasarkan pendapat di atas, dapat  dipahami bahwa hakikat pengambilan keputusan ialah memilih tindakan tertentu baik  secara pribadi maupun kelompok.
Suatu putusan ialah proses memilih tindakan tertentu antara sejumlah tindakan tindakan alternatif yang mungkin (Sutisna, 1985: 149). Demikian pula Drummond (1985) berpendapat bahwa pengambilan keputusan merupakan usaha penciptaan kejadian-kejadian dan pembentukan masa depan (peristiwa-peristiwa pada saat wpemilihan dan sesudahnya).[2]
Dari pendapat para pakar  manajemen diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pengambilan keputusan ialah proses pemecahan masalah dengan memilih beberapa alternatif untuk menetapkan suat tindakan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
B.  Tipe-Tipe Keputusan
Manajer akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan situasi yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan  adalah dengan menentukan apakah keputusan itu diprogram atau tidak. Keputusan-keputusan juga dapat dibedakan antara keputusan yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko, dan ketidak pastian.
Keputusan-keputusan yang diprogram adalah keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan atau prosedur. Keputusan-keputusan ini rutin dan berulang-ulang. Setiap organisasi mempunyai kebijaksanaan-kebijaksanaan tertulis atau tidak tertulis yang memudahkan pembuatan keputusan dalam situasi yang berulang  dengan membatasi dan menghilangkan alternatif-alternatif. Sebagai contoh, manajer tidak perlu memikirkan penetapan gaji karyawan baru, karena organisasi pada umumnya mempunyai skala gaji untuk semua posisi;manajer juga tidak perlu memikirkan masalah-masalah harian yang akan dihadapi, karena prosedur-prosedur untuk menangani masalah-masalah rutin telah tersedia.[3]
Keputusan-keputusan yang tidak diprogram, di lain pihak, adalah keputusan yang berkenaan dengan masalah-masalah khusus, khas atau tidak biasa. Bila suatu masalah yang timbul tidak cukup diliput oleh kebijaksanaan atau sangat penting sehingga perlu penanganan khusus, harus diselesaikan dengan suatu keputusan yang tidak diprogram. Beberapa contoh masalah yang memerlukan keputusan-keputusan yang tidak diprogram antara lain, cara pengalokasian sumber daya-sumber daya organisasi, penanganan lini produk yang jatuh di pasaran, atau cara perbaikan hubungan dengan masyarakat.[4]
Selain keputusan yang diprogram dan tidak diprogram juga dapat dibedakan tipe keputusan  yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko, dan ketidak pastian.
Dalam kondisi kepastian, para manajer mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan akan datang, karena tersedia informasi yang akurat, terpercaya dan dapat diukur sebagai dasar keputusan. Dalam kasus ini, situasi di waktu yang akan datang adalah dapat diperkirakan dengan pasti.
Dalam kondisi risiko manajer mengetahui besarnya probabilitas setiap kemungkinan berhasil, tetapi informasi lengkap tidak tersedia.
Dalam kondisi ketidak-pastian manajer tidak mengetahui probabilitas – bahkan mungkin tidak mengetahui kemungkinan hasil-hasil. Kondisi ketidak pastian pada umumnya menyangkut keputusan-keputusan kritis dan paling menarik.[5]
Pembuatan keputusan dapat dilakukan lebih tepat dengan mempergunakan metode-metode untuk mengantisipasi dan memperkirakannya. Akan di bahas pada sub bab selanjutnya
C.  Proses Pembuatan Keputusan
Banyak manajer yang harus membuat suatu keputusan dengan metode-metode pembuatan keputusan informal untuk memberikan pedoman bagi mereka. Sebagai contoh, manajer dapat menggantungkan pada trdisi  dam membuat keputusan sama seperti yang dibuat untuk masalah atau kesempatan serupa di waktu yang lalu. Mereka juga dapat menarik wewenangnya dan membuat keputusan berdasarkan nasehat dari seorang ahli atau manajer atasannya.[6]
Mengambil keputusan adalah proses yang melibatkan banyak langkah. Simon (1960) menyatakan empat tahapan berbeda dalam mengambil keputusan: kecerdasan, rancangan, pilihan, dan implementasi.
Kecerdasan- terdiri atas menemukan, mengidentifikasi, dan memahami masalah yang terjadi pada organisasi, mengapa masalah itu terjadi, dimana, dan akibat apa yang dialami perusahaan.
Rancangan- melibatkan identifikasi dan pencarian berbagai solusi masalah.
Pilihan- tentang memilih alternatif solusi yang ada.
Implementasi-  tentang membuat alternatif yang dipilih dapat bekerja, dan tetap mengawasi seberapa baik kerja solusi tersebut.[7]
Proses dasar pembuatan keputusan rasional mencakup pemahaman dan perumusan masalah, pengumpulan dan analisa data yang relevan, pengembangan alternatif-alternatif , penilaian berbagai alternatif penyelesaian, pemilihan alternatif terbaik, implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil-hasil.
Tahap 1: Pemahaman dan perumusan masalah. Para manajer sering menghadapi kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit diketemukan, atau bahkan sering hanya mengidentifikasi gejala masalah bukan penyebab yang mendasar. Untuk itu perlu menemukan masalah yang sebenarnya, dan kemudian menentukan bagian-bagian yang harus dipecahkan.
Tahap 2: Pengumpulan dan analisa data yang relevan. Setelah menentukan dan merumuskan masalah, Manajer kemudian menentukan data-data yang akan dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat.
Tahap 3: Pengembangan Alternatif-alternatif. Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer menolak kecenderungan untuk membuatkeputusan secara tergesa-gesa dan membuat lebih mungkin pencapaian keputusan yang efektif.
Tahap 4: Evaluasi Alternatif-alternatif. Setelah mengembangkan sekumpulan alternatif, mereka harus mengevaluasinya untuk menilai efektivitas setiap alternatif.
Tahap 5: Pemilihan Alternatif Terbaik. Pada tahapan ini pembuatan keputusan merupakan hasil akhir dari evaluasi berbagai alternatif.
Tahap 6: Implementasi Keputusan. Pada tahapan ini dilakukan pembuatan rencana-rencana untuk mengatasi berbagai persyaratan dan masalah yang mungkin dijumpai dalam penerapan keputusan.
Tahap 7: Evaluasi Hasil-hasil Keputusan. Implementasi keputusan memerlukan monitoring terus menerus guna mengevaluasi apakah  Implementasi dilakukan dengan lancar atau timbul masalah dalam pergerakannya. [8]
Dari pemaparan diatas dapat kita jadikan sebagai salah satu refrensi dalam pembuatan suatu keputusan.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pengambilan keputusan ialah proses pemecahan masalah dengan memilih beberapa alternatif untuk menetapkan suat tindakan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan situasi yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan  adalah dengan menentukan apakah keputusan itu diprogram atau tidak. Keputusan-keputusan juga dapat dibedakan antara keputusan yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko, dan ketidak pastian.
Mengambil keputusan adalah proses yang melibatkan banyak langkah. Simon (1960) menyatakan empat tahapan berbeda dalam mengambil keputusan: kecerdasan, rancangan, pilihan, dan implementasi
Proses dasar pembuatan keputusan rasional mencakup pemahaman dan perumusan masalah, pengumpulan dan analisa data yang relevan, pengembangan alternatif-alternatif , penilaian berbagai alternatif penyelesaian, pemilihan alternatif terbaik, implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil-hasil.



B.     Daftar Pustaka
Handoko, T Hani. 2009. Manajemen. Yogyakarta. BPFE
Anzizhan, Syafaruddin. Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. Jakarta. Grasindo.
Kenneth C. Laudon, Jane P. Laudon, diterjemahkan oleh Chriswan Sungkono, & Machmudin Eka P. 2008. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Jakarta. Salemba Empat.




[1] T. Hani Handoko, “MANAJEMEN edisi 2”, (Yogyakarta; BPFE, 2009) hlm: 129.
[2]Syafaruddin Anzizhan, “Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan”, (Jakarta; Grasindo), hlm:45
[3] T. Hani Handoko, “MANAJEMEN edisi 2”... hlm:130
[4] Ibid hlm: 131
[5] Ibid hlm:133
[6] Ibid hlm:133
[7] Kenneth C. Laudon, Jane P. Laudon, diterjemahkan oleh Chriswan Sungkono, & Machmudin Eka P. “SISTEM INFORMASI MANAJEMEN, Edisi 10”, (Jakarta; Salemba Empat, 2008), hlm:150
[8] T. Hani Handoko, “MANAJEMEN edisi 2”... hlm:134-137

Comments

Popular posts from this blog

Makalah I Teknik Analisis Gender model harvard

MAKALAH I Tokoh Sosiologi Emile Durkheim