20 Mei menjadi Hari yang diperingati sebagai Kebangkitan Nasional adalah
hari dimana awal dari kebangkitan para pemuda, masa bangkitnya semangat
persatuan, kesatuan, dan nasionalisme dikalangan pemuda pertama kali yaitu pada
pergerakan Boedi Oetama 20 mei 1908.
Peringatan hari kebangkitan nasional ini kami peringati dengan menjadikannya
tema utama pada Kopdar,dan
njagong-njagong di halaman kampus IPMAFA bersama perwakilan kaum adam dari prodi
KPI, PMI, dan PBA pada sabtu malam minggu kemarin 21/5/2016.
Muhammad
Abdul Karim dari prodi PMI membuka diskusi dengan memaparkan sejarah singkat
terbentuknya Boedi Oetomo. Pergerakan ini dirintis oleh Dr Soetomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908 yang digagas oleh Dr. Wahidin
Sudirohusodo disitu Dr Soetomo terpilih menjadi ketua. Organisasi
ini bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
Muhammad Nasrullah dari
prodi KPI menambahkan bahwasanya Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan
kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. oganisasi ini awalnya hanya ditujukan
bagi golongan berpendidikan yang
mempunyai prestasi.
Zaka Rohman dari prodi PBA mengajak kita untuk mengaitkan
dengan konteks kekinian bahwasanya pemuda diharapkan bergerak dalam hal
kreatifitas dan inovasi-inovasi tanpa meninggalkan semangat Nasionalisme akan tetapi
masalah yg patut untuk kita prihatinkan adalah semakin krisisnya kreatifitas-kreatifitas
dan rasa Nasionalisme dari para pemuda dan serasa pemikiran mereka semakin
tumpul dengan seiring berjalannya arus modernisasi.
Kebangkitan Nasional ini menjadi penting untuk diperingati
mengingat kita sebagai generasi muda harus mengerti sejarah pergerakan-pergerakan
yang bersifat Nasionalisme, kesatuan, dan memperjuangkan kemerdekaan. Agar kita
tidak terbutakan dengan arus modernisasi dan dapat menoleh sejarah sebagai pelajaran saat ini dan masa depan nantinya.
smile emotikon
Comments
Post a Comment