Teknik Siapkan Naskah Pidato
M A K A
L A H
Teknik Mempersiapkan Naskah Pidato
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Retorika

A. LatarBelakang
Pidato yangbaiktentumembutuhkanteknikpenyusunannaskahpidatoyang baik
pula, agar mencapaihasil yang maksimal. Sepertihalnyapermainan sepakbola yang memerlukanteknik-teknik
penyusunan strategi yang jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.
Sebagai seorang yang mau melaksanakan pidato tentu mempunyai
persiapan dalam penyusunan naskah
pidatonya maupun teknik penyampaian. Dalam maklah ini akan kami bahas tentang
teknik untuk mempersiapkan naskah pidato, sebuah persiapan penyusunan naskah
pidato tentu memiliki teknik-teknik yang berbeda di setiap individunya,
banyaknya narasi yang bertebaran di luar sana tentang teknik mempersiapkan
naskah pidato, namun hanya sedikit yang bisa kami temukan.
Pada tema ini akan membahas tentang teknik mempersiapkan naskah
pidato yang nantinya akan menjadi salah satu referensi terbaik pembaca dalam
hal persiapan naskah pidato yang pastinya akan menarik untuk dibaca dan
ditelaah secara mendalam dengan pemahaman yang menyeluruh dalam hal persiapan
teknik naskah pidato.
B. RumusanMasalah
1. Bagaimanapengertiandariteknik mempersiapkan naskah pidato ?
2. Bagaimanateknik mempersiapkan naskah pidato ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Teknik
adalah suatu metode atau prosedur. Teknik merupakan variasi dari metode-metode
tertentu dan dapat diterapkan dalam konteks yang lebih khusus.[1]
Pidato
adalah salah satu bentu cara penyampaian pikiran secara lisan yang ditujukan
kepada orang banyak.
Dari
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa teknik mempersiapkan naskah pidato
adalah satu cara atau prosedur yang digunakan seseorang untuk menyiapkan dan
merumuskan naskah pidato.
Hal
pertama yang harus dipersiapkan adalah dengan mengerti susunan naskah pidato
yang terkumpul dalam tiga bagian inti :
1.
Pendahuluan;
merupakan gambaran awal tentang garis besar isi pidato yang akan disampaikan.
Fungsi dari bagian ini adalah untuk mempersiapkan pendengar dalam hal emosi,
pemikiran, dan perhatiannya. Pendahuluan harus dihubungkan dengan isi dan
tujuan pidato.
2.
Isi;
merupakan uraian lengkap mengenai permasalahan pidato. Pembicara dapat
menambahkan ilustrasi atau contoh untuk menambah kejelasan pendengar.
3.
Penutup;
merupakan bagian akhir dari sebuah pidato, dapat berupa kesimpulan, penegasan,
ajakan, anjuran, atau rangkuman pembicara.[2]
B. TeknikmempersiapkannaskahPidato
Dalampembahasanteknikmempersiapkannaskahpidatoini,
pemakalahmengambilrefrensidariartikelberupa file pdf yang kami temukan di internetberjudul
TATA CARA BERPIDATO olehMuslikhahDwiHartini yang
disampaikanpadakegiatanPengabdianPadaMasyarakat “PelatihanProtokolerdalam Event
Organizer padaKelompok PKK DesaPleret, KecamatanPanjatan, KabupatenKulonProgo”,
karenaketgerbatasanbukurefrensi yang kami temukan.
a.
Memilih
Topik dan Tujuan
Sebelum
melakukan pidato, kita harus tahu apa yang akan disampaikan dan apayang
diharapkan dari orang yang mendengar pidato kita.
Ada
beberapa sumber yang dapat dijadikan topic pidato, misalnya pengalamanpribadi,
hobby dan keterampilan, pengalaman pekerjaan, pendapat pribadi,peristiwa
yangsedang hangat dibicarakan, dan lain-lain. Kriteria topic yang baik meliputi
beberapa hal,antara lain :
1.
Topik
harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan kita. Topik yang baik
adalahtopic yang member kemungkinan juru pidato lebih tahudaripada orang-orang
yangdiberi pidaro/pendengar/khalayak.
2.
Topik
harus menarik minat kita. Topik yang paling baik adalah topic yangkitaminati,
sehingga pidato akanlebih lancer.
3.
Topik harus
menarik minat pendengar/khalayak. Topik yang dibicarakanadalahsesuatu yang
diminati khalayak, sehingga khalayak akan lebih tertarikmendengarkan pidato.
4.
Topik
harus sesuai denganpengetahuan pendengar/khalayak. Topik yangtidakdapat
direncana oleh khalayak/pendengar berakibat tidak menarik danmenyusahkan
khalayak.
5.
Topic
harus jelas ruang lingkup dan pembatasannya. Topik tidak perlu terlalu
luasuntuk menghindari bahasan yang terlalu banyak yang bisa mengakibatkan
ulasantidak jelas.
6.
Topik
harus sesuai dengan waktu dan situasi.
7.
Topik
harus dapat ditunjang dengan bahan
lain. Artinya kalau perlu buku-buku yangdapat member masukan tentang topic yang
dibahas tersedia sehingga tidak akankehabisan bahan pidato.
b.
Merumuskan
Judul
Judul yang baik memenuhi tiga syarat :1). Relvan, artinya ada
hubungannyadengan pokokbahasan; 2).
Provokatif, yaitu dapat menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasmependengar;
3). Singkat, artinya mudah ditangkap
maksudnya, pendek kalimatnya dan mudadiingat. Setelah topik, tujuan, dan judul
ditentukan,kemudian pidato dikembangkansehingga menjadi pesan yang mempunyai
nilaikomunikasi yang efektif.
c.
TahapPenyusunan
Bahan-bahan yang sudah dikumpulkan, selanjutnya diatur atau disusun
dalamkomposisi pidato yang menarik. Ada tiga prinsip komposisi yang dapatmempengaruhiseluruh
organisasi pesan,yaitu :
1.
Kesatuan;
Artinya setiap isi pidato harus merupakan kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan.Komposisi yang baik harus merupakan kesatuan yang utuh, baik isi
maupuntujuannya.
2.
Pertautan; menunjukkan
urutan bagian uraian yang berkaitan satu sama lain.Pertautan menyebabkan
perpindahan dari bahasa satu ke bahasa lain berjalanlancar. Biasanya kata yang
digunakan antara lain : karena itu, walaupun, selain itu,sebaliknya, misalnya,
dan lain-lain.
3.
Titik
berat; merupakan bagian yang penting yang patut diperhatikan. Titik beratdalam
tulisan dapat dinyatakan dengan tanda huruf besar, garis bawah, atau
hurufmiring.
d.
Memilih
Kata-Kata
Setiap orang yang
berpidato harus pandai memilih kata-kata. Kata-kata dapatberfungsiuntuk
mengungkapaka, memperhalus, dan menyembunyikan kenyataa. Ada beberapaketentuan
dalam memilih kata, yaitu :
1. Kata-kata harus jelas; Artinya dalam
memilih kata tidak perlu berbelit-belit dan harus dipilih kata-katayang
sederhana.
2.
Kata-kata
harus tepat; Artinya, kata-kata yang digunakan harus sesuai denga kepribadian,
jenis pesan,keadaan khalayak dan situasi komunikasi. Kata-kata dalam pertemuan
formal/resmibiasanya lebih kaku daripada pertemuan tidak resmi. Selain itu juga
hindari kata-kata yang tidak sopan atau vulgar,karena dapat mempengaruhi
khalayak untukmenganggap juru pidato sebagai orang yang memiliki sifat jelek,
dan akhirnyapendengar menolak isi pesan/pidato yang disampaikan.
3.
Kata-kata
harus menarik; Artinya kata-kata harus menimbulkan kesan yangkuat, hidup dan
menarikperhatian bagi orang yang mendengar. Misalnya, istilah Saudara lebih
baikdaripada manusia.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teknik
mempersiapkan naskah pidato adalah satu cara atau prosedur yang digunakan
seseorang untuk menyiapkan dan merumuskan naskah pidato.Hal pertama yang harus
dipersiapkan adalah dengan mengerti susunan naskah pidato yang terkumpul dalam
tiga bagian inti yaitupendahuluan, isi, danpenutup.
Setelahmengertibagian inti daripidatohalselanjutnya
yang kitasiapkanadalah:
1.
memilihtopikdantujuan;kita
harus tahu apa yang akan disampaikan dan apayang diharapkan dari orang yang
mendengar pidato kita.
2.
Merumuskan
Judul; Judul yang baik memenuhi tiga syarat: Relvan, Provokatif, Singkat,
3.
Tahap
Penyusunan; Bahan-bahan yang sudah dikumpulkan, selanjutnya diatur atau disusun
dalam komposisi pidato yang menarik. Ada tiga prinsip komposisi yang dapat
mempengaruhi seluruh organisasi pesan,yaitu:Kesatuan, Pertautan, danTitik
berat.
4.
Memilih
Kata-Kata; Setiap orang yang berpidato harus pandai memilih kata-kata.
Kata-kata dapat berfungsi untuk mengungkapaka, memperhalus, dan menyembunyikan
kenyataa. Ada beberapa ketentuan dalam memilih kata, yaitu; Kata-kata
harus jelas,Kata-kata harus tepat, danKata-kata
harus menarik.
B. DaftarPustaka
Rahman, M Fathur. 2002. “TeknikAnalisisManajemen
SWOT”. Malang : AFJ Mobicons.
Sutarni, Sri. 2008. “Bahasa Indonesia 3”. Pustaka Nasional.
Comments
Post a Comment